Monthly Archive Oktober 2010

ByDevi

Inginkan Anak Lanjut ke Jenjang Lebih Tinggi

Sebagian besar orang tua pastilah bangga menyaksikan anaknya menjadi sarjana. Namun dibalik gelar tersebut, tentulah teriring harapan dan doa untuk si anak. Tak terkecuali bagi Herman A. L. Hanapi, ayah dari Dian Adhitya Hermawan, wisudawan Poltek UBAYA. “Sesudah wisuda, rencananya anak saya ingin bekerja dulu,” tutur karyawan perpusatakaan Ubaya ini.  Tetapi ke depannya, ayah dua orang anak tersebut berharap agar si sulung melanjutkan studi ke jenjang S-1.  “Sekarang lebih baik bekerja saja dulu supaya bisa belajar mencari uang sendiri,” sambungnya.

Read More

ByDevi

Cinta Pertama Ada Sejak TK Lho!

Mengulas kenangan seputar cinta pertama sering membangkitkan lagi kapsul waktu yang terasa manis meski tak sedikit pula yang terasa pahit. Menggali lebih dalam soal waktu kehadiran cinta pertama kalinya, ternyata mahasiswa Ubaya mempunyai banyak pengalaman berbeda. Rupanya, perasaan tersebut hadir pada saat yang berbeda-beda bagi tiap insan yang merasakannya.

Read More

ByDevi

Buktikan Lulusan Ubaya Memang Berkualitas

Lulus dari bangku perkuliahan dengan IPK yang sangat memuaskan, tentu sudah menjadi harapan setiap mahasiswa. Hal serupa yang dirasakan oleh Eva Maya Sabatini, alumni Prodi Sekretari Ubaya berhasil lulus dengan IPK 3.87. Tentu untuk meraih IPK cum laude itu, tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan yang keras untuk meraihnya. “Yang penting rajin ikut kuliah. Jangan bolos, kalau tidak sakit,” ungkap Eva mengenai kiat suksesnya selama kuliah.

Read More

ByDevi

‘Together as One’ dalam Company Gathering

Politeknik Ubaya kembali menyelenggarakan acara bertajuk Company Gathering. Mengambil tempat di ruang B 1.1, acara ini diselenggarakan pada 26 Agustus 2010. “Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah agar hubungan kerjasama yang telah terjalin dengan perusahaan-perusahaan mitra kerja Ubaya dapat tetap terjaga,” tutur Drs Singgih Widodo Limantoro SPd MPd selaku Direktur Politeknik Ubaya.
Read More

ByDevi

Semangat Menggelegar MOB Poltek UBAYA

Genderang tahun ajaran baru telah berbunyi, tanda Masa Orientasi Bersama (MOB) mahasiswa baru (maharu) Poltek Ubaya dimulai. Serangkaian kegiatan menyambut maharu pun diadakan sejak 30 Agustus hingga 3 September 2010 lalu. “Internationalizing Yourself, Being a Global Leader” menjadi tema utama dalam MOB Poltek tahun ini. “Mengacu pada kemampuan bersaing di era globalisasi, Poltek ingin menanamkan pemikiran ini sejak dini kepada para maharu. Tujuannya agar mereka bisa lebih tangguh dan lebih aktif dalam persaingan tersebut,” urai Silvia Stefani selaku koordinator acara.

Mengangkat tokoh Yudhistira sebagai ikon MOB, Poltek menggambarkannya sebagai sosok profesional dalam jas kerja lengkap dengan laptop dan handphone di tangan. “Ini untuk menyesuaikan dengan Poltek Ubaya yang hendak mencetak profesional muda yang ahli di bidangnya,” terang Claudius Bona, SS, MM, ketua panitia pelaksanaan MOB Poltek 2010. Laptop dan handphone turut digambarkan sebagai wujud harapan maharu kelak bisa bersaing juga di era global yang serba canggih.

Sejalan dengan tema dan misi Poltek untuk menjadi gerbang awal memasuki dunia kerja profesional, MOB Poltek memang dikonsep untuk melatih kedisiplinan dan kesiapan maharu sejak awalnya. “Tidak akan ada perpeloncoan, seluruh tugas dan panitia disiapkan untuk mendidik dan melayani maharu,” ungkap Claudius terkait jalannya MOB Poltek 2010 sebaga sarana pengenalan kampus dan anggota Poltek Ubaya.

Mindset profesional langsung diterapkan sejak MOB, terlihat dari penampilan maharunya. Maharu perempuan wajib mengikat rambut dengan rapi dan mengenakan almamater. Demikian pula dengan maharu pria yang wajib memotong rapi rambutnya dan mengenakan kemeja putih dan celana hitam kain.

Upacara pembukaan yang dihadiri maharu, panitia, dosen dan jajaran pimpinan Poltek menunjukkan diterimanya maharu dengan tangan terbuka. Upacara tersebut juga menjadi perkenalan awal maharu dengan keluarga baru mereka di Poltek Ubaya. Pelepasan balon dengan lima warna yang melambangkan prodi yang ada secara simbolis melambangkan MOB yang resmi akan dilaksanakan lima hari ke depan.

Serangkaian materi diberikan untuk memperkenalkan rumah yang akan ditinggali maharu selama tiga tahun nanti. “Kali ini Poltek Ubaya mengemas informasi menjadi 11 materi termasuk Rally Campus Ormawa Fair,” ujar Silvi. Selain materi pengenalan kampus yang dibawakan oleh pimpinan dan dosen Poltek, sharing alumni juga menyempurnakan penggambaran peluang kerja selepas kuliah kelak. Gerak lincah panitia dan pendamping kelas (penkas) dalam bekerja sama mendukung MOB membuat acara tahunan tersebut berjalan lancar.

Dibandingkan tahun sebelumnya, dari segi kegiatan tidak banyak yang berubah karena masih bersamaan dengan bulan puasa. Tentu panitia tidak memberikan aktivitas yang berat dan bersifat fisik. Namun, tak berarti hal tersebut membuat panitia kehabisan cara untuk menjalin keakraban dan menjaga semangat maharu. “Kami coba dengan mengisi hal-hal yang beda di sela waktu kosong, misalnya senam poco-poco agar maharu tidak tegang setelah pemeriksaan atribut,” ungkap mahasiswi jurusan Akuntansi ini.

Kegiatan Teamwork Building dalam bentuk outbond menjadi saat pembelajaran softskill lewt permainan-permainan yang menguji kesabaran, kerjasama tim, dan kekompakan. Refleksi dari outbond itu juga makin memperjelas makna penting di balik pentingnya pelaksanaan MOB itu sendiri. “Dari permainan yang ada, kita bias belajar saling percaya sau dengan lain dalam satu tim,” ungkap Mega, maharu prodi akuntansi.

Rasa cinta dan bangga terhadap kampus terbukti dari diteriakannya yel-yel Poltek berulang kali. Harapannya, maharu lebih mengerti dan hafal yel-yel untuk menumbuhkan jiwa bangga dan motivasi baik saat aktif di kampus ataupun mengikuti perkuliahan. MOB Poltek 2010, yes we can!

ByDevi

Lebur Kebersamaan Panitia dan Maharu dalam MAS

Lima hari berkutat dengan berbagai tugas dan materi seputar pengenalan Poltek, MOB pun sampai pada hari terakhir. Penutupan MOB yang dikemas dalam Malam Apresiasi Seni (MAS) menjadi acara paling ditunggu oleh maharu. Meski MOB telah berakhir, sesungguhnya lembaran awal bagi maharu untuk terjun dalam perkuliahan yang sebenarnya baru saja dimulai.

Read More