Monthly Archive April 2013

Bylidya

Dana Cuma-Cuma dari Pihak Eksternal sebagai Buah Usaha Mahasiswa

 sbc        Kekreatifan dalam berinovasi dapat menjadi suatu hal penting yang bisa menghasilkan penghasilan. Inovasi kreatif tersebut nantinya akan menjadi wirausaha tersendiri. Melatih jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa adalah salah satu misi yang tengah dijalankan oleh Politeknik Ubaya. Hal ini telah diwujudkan sejak terbentuknya Student Business Center (SBC) yang terletak di selasar Politeknik Ubaya. SBC kini tengah dalam proses pengembangan yang dilakukan oleh mahasiswa.

       Dalam pengembangannya tersebut membutuhkan dana yang cukup banyak. Atas dasar itulah, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam SBC membuat business plan yang dituangkan ke dalam proposal untuk mengajukan dana kepada Bank Mandiri. Pada bulan Desember 2012 silam, Bank Mandiri mengadakan suatu kompetisi business plan dan kebetulan pada waktu itu mereka terpikir untuk mencoba peluang tersebut. Read More

Bylidya

Kantin Baru Ubaya Ngagel Resmi di Buka

kantin.jpg           Satu lagi penambahan infrastruktur yang dilakukan oleh Ubaya Ngagel yaitu pembangunan kantin baru. Lahan yang dulunya memang telah digunakan sebagai kantin kini telah diperbarui sedemikian rupa sehingga terlihat lebih bagus dan menarik. Pembangunan tersebut telah dilaksanakan sejak bulan Januari lalu. Serangkaian kegiatan telah dilakukan mulai dari pembangunan hingga evaluasi tender yang akan menempati tenant. Pada akhirnya, Kantin baru di Ubaya Ngagel telah resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Ubaya, Ir. Benny Lianto, MMBAT pada 18 Maret 2013.

            Dalam rangka peresmian kantin baru ini maka para karyawan di Ubaya berkumpul di kantin ini untuk menyaksikan acara singkat peresmian kantin baru ini. Sebelum meresmikan kantin ini, ia menyampaikan sepatah dua patah kata. Ia menyampaikan harapannya agar kantin ini dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk makan dan minum saja tetapi juga sebagai tempat untuk mengobrol dan bertemu satu dengan yang lain pada jam istirahat.

Segala sesuatunya pasti memiliki aturan, begitu pula dengan kantin baru ini. Ada beberapa hal yang menjadi aturan bagi dua tender yang beroperasi dikantin Ubaya ini. Aturan-aturan tersebut amat diperhatikan oleh Ubaya untuk kenyamanan bersama seperti kualitas makanan dan minuman yang diperjualbelikan haruslah bersih dan sehat. “Dengan ini saya berharap kantin ini dapat memberikan layanan yang terbaik juga bagi seluruh pengunjung,” tutur Benny.

Bylidya

Politeknik Ubaya Adakan Sarasehan dan Gathering di WBL

SARASEHAN DAN GATHERING POLITEKNIK UBAYA

SARASEHAN DAN GATHERING POLITEKNIK UBAYA

Dalam rangka mempererat persaudaraan antara dosen dan karyawan, Politeknik Ubaya mengadakan sarasehan dan gathering pada 16 Maret silam di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Acara pembukaan berlangsung di ruang B.12 oleh  Ir. Benny Lianto, MMBAT selaku Direktur Politeknik Ubaya. Hadir pula Nemuel Daniel Pah, ST MEng PhD selaku Wakil Rektor I dan Drs ec Stevanus Hadi Darmadji, MSA QIA selaku Wakil Rektor II. Pada sesi ini, Nemuel menekankan pentingnya kegiatan sarasehan ini sebagai wadah untuk menampung ide-ide dan upaya untuk kemajuan Politeknik Ubaya.

            Selain itu, melalui kegiatan ini Politeknik Ubaya dapat introspeksi diri terhadap pelayanan yang selama ini diberikan kepada mahasiswa. Kesejahteraan para dosen pun turut menjadi perbincangan dalam pembukaan ini. Setelah berakhirnya sesi tersebut, para dosen dan karyawan Politeknik Ubaya berangkat ke WBL. Canda dan tawa menghiasi dua jam perjalanan. Setibanya di sana, Benny kembali memberikan sepatah dua patah kata serta pemberian penghargaan kepada karyawan teladan Politeknik Ubaya.

            Penghargaan karyawan teladan ini diberikan untuk memotivasi para karyawan untuk memberikan kinerja sebaik mungkin dan memberikan apresiasi kepada karyawan tersebut. Kali ini penghargaan karyawan teladan diberikan kepada Dwi Wahyu M dan Irawan selaku staff Tata Usaha. Tak hanya karyawan teladan, ada pula prodi teladan. Prodi teladan jatuh kepada prodi Perpajakan dan Akuntansi.

            Banyak kegiatan menarik yang mereka lakukan di WBL seperti memancing, karaoke dan beberapa games menarik yang mengundang keceriaan. Kegiatan – kegiatan tersebut dapat membuat para peserta sejenak melupakan penat dan sebagai refreshing. Manfaat lainnya mereka dapat membaur satu dengan yang lain. Kegiatan ini membawa kesan tersendiri bagi karyawan baru Politeknik Ubaya, Titys Zenda D, AMd, “Kegiatan ini sangat menyenangkan dan dapat mengakrabkan satu dengan yang lain,” ujarnya.

Bylidya

Mahasiswa Perpajakan Politeknik Ubaya Raih Peringkat Nasional

Mahasiswa Politeknik Ubaya kembali mengikuti sebuah kompetisi yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Pajak Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Kompetisi tersebut bernama Indonesian Tax Festival 2013 Terdapat tiga agenda utama dalam kegiatan ini yaitu seminar pajak, lomba poster dan Indonesian Funtastic (IF). Babak pre-eliminasi terselenggara di tujuh kota salah satunya adalah Surabaya yang bertempat di kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I, Jagir Wonokromo pada 9 Maret 2013.

Politeknik Ubaya mengirimkan satu tim yang terdiri dari Nur Anisa, Nency Wilda, dan Yohanes Vianney. Sebelum kompetisi, mereka telah mempersiapkan diri sebaik mungkin selama tiga minggu yang dibimbing oleh R.Soeryatno, salah satu dosen Perpajakan. Perlombaan dibagi menjadi dua babak. Babak pertama adalah tes tertulis dan kedua adalah Hear and Think Fast. Semua babak membutuhkan kerjasama yang baik dalam tim. Tim Politeknik Ubaya termasuk tim yang solid karena mereka dapat saling bekerja sama untuk melewati setiap babak hingga akhirnya dapat melaju ke babak grand final di kampus STAN Bintaro, Jakarta.

“Awalnya sempat kurang yakin akan lolos, tapi kami tetap berusaha dan kuncinya adalah kerja sama yang baik,” tutur Vian. Dibutuhkan kemampuan dan mental yang bagus untuk dapat berlomba di sini karena para kompetitior yang dihadapi kebanyakan berasal dari universitas negeri favorit. Tim Politeknik Ubaya berhasil membuktikan bahwa kualitas mereka tak kalah dengan universitas unggulan di beberapa wilayah Indonesia. Apalagi Politeknik Ubaya merupakan satu-satunya politeknik yang berhasil masuk peringkat 15 besar.

Dalam mempersiapkan diri untuk bersaing di babak final nanti, tim ini semakin lebih giat untuk memperdalam ilmu dan memperkaya informasi tentang pajak. Selain itu, mereka juga diwajibkan untuk membuat sebuah makalah. Semua mereka lakukan dengan penuh antusias demi mengharumkan almamater mereka. Vian tetap optimis akan mendapatkan juara pada perlombaan ini dan ia pun berpesan agar para mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu mereka dengan baik sehingga dapat bermanfaat juga bagi orang lain.

 

 

Bylidya

Alumni Perpajakan Politeknik Ubaya Raih Penghargaan dalam Diklat IKPI

Serah terima penghargaan kepada Haikal, Alumni Perpajakan Politeknik Ubaya

Serah terima penghargaan kepada Haikal, Alumni Perpajakan Politeknik Ubaya

Satu lagi alumni Perpajakan Politeknik Ubaya yang membanggakan yaitu Haikal Noviansyah Ibadillah, AMd. Ia telah membuktikan bahwa ilmu yang selama ini ia dapatkan selama kuliah di Politeknik Ubaya dapat bermanfaat baginya. Pada 1–2 Maret silam, alumni tahun 2012 ini mengikuti pendidikan latihan (diklat) yang diadakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) cabang Surabaya. Diklat yang bertajuk ‘UP DATE PPN 2013’ ini diikuti oleh berbagai kalangan baik dosen maupun praktisi perpajakan.

Dalam penyelenggaraan diklat ini terdapat dua tes untuk menguji kemampuan individu tentang sejauh mana pemahaman para peserta mengenai PPN yaitu pre test dan post test yang dilakukan sebelum dan sesudah penyelenggaraan diklat. Adapun materi soal yang diujikan adalah soal pilihan ganda dan pernyataan benar salah. Pengurangan nilai berlaku jika ada jawaban yang salah. “Jadi setiap menjawab pertanyaan harus dipertimbangkan,” ujar Haikal.

Sebelum mengikuti diklat tersebut, pria kelahiran 2 November 1991 ini telah sering membaca buku-buku yang ditulis oleh narasumber dalam diklat ini yaitu Untung Sukardji, SH Msc. Di samping itu ia juga membagikan pengalamannya selama ia menempuh pendidikan. Ia mengatakan bahwa selama kuliah banyak potensi – potensi yang ia gali sehingga menjadikan dirinya saat ini.

Selama mengikuti test, Haikal bertekun belajar dan berdoa hingga akhirnya ia berhasil menjadi peserta diklat terbaik dan berhak mendapatkan sebuah laptop. Diakuinya selama menjalani test ia berusaha memberikan yang terbaik dan tidak minder dengan peserta lain yang terbilang lebih berpengalaman daripadanya.

Alumni dengan IPK 3,77 ini mengaku bahwa ia menemui kendala dalam proses yang ia lalui. Kendala tersebut adalah time management. Namun, ia mampu mengatasinya dengan menggunakan waktunya dengan semaksimal mungkin. Ia pun berharap agar para mahasiswa yang lain dapat melakukan hal yang sama semasih kuliah. “Semoga Politeknik Ubaya untuk ke depannya lebih baik lagi,” harapnya.

 

 

Bylidya

Mahasiswa prodi MP Politeknik Ubaya Juarai Business Competition

IMG_2041

Memasarkan produk dan mencari customer memang bukanlah perkara yang mudah. Apalagi jika barang yang dipasarkan adalah barang yang bernilai tinggi seperti logam mulia atau emas. Hal tersebut diakui oleh dua mahasiswa Politeknik Ubaya yang menjadi peserta dalam Lomba Pegadaian Business Competition 2013 yang diadakan oleh Pegadaian. Mereka adalah Ellyani dan Fella Rosa Amalya, Mahasiswa semester dua prodi Manajemen  Pemasaran semester dua.

Dalam kompetisi bisnis ini, para peserta harus memasarkan produk dari Pegadaian yaitu emas dengan cara mendapatkan customer sebanyak mungkin. Awalnya tak mudah bagi mereka untuk mendapatkan customer karena mereka tak memiliki kartu identitas resmi dari Pegadaian. Hal itu menyebabkan seringkali orang tidak percaya dengan mereka. “Beberapa dari mereka takut akan penipuan karena kami tak memiliki ID saat menawarkan jadi agak susah untuk meyakinkan mereka,” tutur Fella.

Kendala tersebut tak menyurutkan semangan mereka untuk terus berusaha. Sejak tanggal 17 Maret hingga 6 April kemarin, mereka berusaha untuk mencapai target mereka. Berbagai usaha mereka lakukan seperti memasarkan melalui media online, menawari langsung atau face to face di mal, hingga mengunjungi orang-orang yang mereka kenal. Semua mereka lakukan dengan senang hati. “Kami mulai jalan setelah pulang kuliah jadi tidak mengganggu kuliah sama sekali,” ucapnya lagi.

Salah satu motivasi mereka mengikuti lomba ini adalah untuk mengharumkan almamater mereka dan hal tersebut mendapat dukungan dari keluarga, teman-teman dan dosen. Manfaat yang mereka rasakan dari pengalaman ini adalah mereka bisa belajar cara berkomunikasi dengan orang dalam berbisnis dan meningkatkan kepercayaan diri. Kerja keras mereka berbuahkan hasil yang baik. Mereka berhasil menjadi juara II dengan berhasil menjual 126 gram emas dan berhak atas hadiah senilai lima juta rupiah.