Author Archive Maudy Agusdin

ByMaudy Agusdin

Label almamater, label diri, dan keluarga alumni

Politeknik UBAYA sebagai perguruan tinggi yang telah berdiri sejak 1977 sudah berhasil meluluskan ribuan alumni yang tersebar di berbagai perusahaan nasional maupun international, baik sebagai profesional maupun pemilik perusahaan tersebut. Read More

ByMaudy Agusdin

DARI MAHASISWA POLITEKNIK UBAYA UNTUK WALIKOTA SURABAYA

Mahasiswa Politeknik Ubaya yang bergabung dalam Penerima Beasiswa Triple Helix dari Pemerintah Kota Surabaya berinisitaif menggelar doa bersama serta menuliskan sebuah doa atau harapan mereka untuk kesembuhan Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini pada Jumat (28/6/2019).

Walikota Surabaya harus dirawat secara intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan sontak membuat warga Surabaya dari berbagai kalangan termasuk Mahasiswa Politeknik Ubaya bersedih dan terus menerus memanjatkan doa untuk kesembuhan Walikota Surabaya.

Mahasiswa Politeknik Ubaya khususnya  penerima Beasiswa TRIPLE HELIX dari Pemerintah Kota Surabaya menggelar doa bersama untuk kesembuhan Walikota Surabaya Tri Trismaharini  sebagai bentuk kepedulian mereka atas kesembuhan Ibu tercinta Kota Surabaya. Doa bersama diselenggarakan di Kampus Ubaya Ngagel Jl. Ngagel Jaya Selatan No 169, pada hari Jumat (28/6/2019).  Aktifitasnya tidak hanya menyelenggarakan doa bersama namun memberikan hadiah dalam bentuk tulisan yang berisikan doa atau harapan mereka untuk Ibu Tri Rismaharini agar tetap semangat sembuh dan dapat kembali beraktifitas untuk membangun kota Surabaya.

            Salah satu mahasiswa penerima beasiswa mengungkapkan dalam tulisannya “Semoga cepat sembuh Ibu Risma. Kami dari mahasiswa Triple Helix sangat berterima kasih atas jasa Ibu Risma untuk kami. Di saat seperti ini, kami hanya bisa mendoakan. Semoga Allah mengangkat sakit yang ibu rasakan saat ini. I Love You Bu Risma ” tulis Safina, dalam sebagai bentuk ungkapan bahwa dirinya dan teman-teman hanya bisa berdoa untuk Ibu Tri Rismaharini.

Tulisan Safina salah satu Mahasiswa Politeknik Ubaya yang merupakan penerima Beasiswa Triple Helix dari Pemerintah Kota Surabaya.

Wakil Direktur Politeknik Ubaya Slamet Wahyudi menuturkan, peran Ibu Risma dalam pendidikan anak-anak Surabaya, khususnya dari keluarga kurang mampu. Misalnya, program beasiswa triple helix hasil kerja sama Ubaya, pemkot, dan perusahaan. Tahun lalu Ubaya menerima 81 mahasiswa program triple helix yang tersebar di prodi – prodi yang ada di Politeknik Ubaya. ’’Setelah lulus, mereka juga sudah terjamin bekerja di tujuh perusahaan yang bermitra,” ujarnya.

Tahun ini Ubaya membuka kuota 174 kursi mahasiswa baru program beasiswa triple helix. Jumlah tersebut jauh lebih besar karena sudah ada kerja sama dengan 14 perusahaan.

(ma)

ByMaudy Agusdin

Kuliah dan kualitas berpikir

 

Education is the key to unlock the golden door of freedom.

Keindahan lagu lebih bisa dinikmati dari speaker berkualitas daripada speaker yang kurang berkualitas. Lagu yang sama lebih bisa dinikmati jika didengar dari speaker berkualitas. Seperti itulah gambaran sederhana tentang perkuliahan. Bagaimana mahasiswa akan menghadapi proses perkuliahannya kelak ditentukan dari kualitas perguruan tinggi yang dia pilih sebagai tempat belajar. Kualitas dosen, fasilitas penunjang, jaringan kerjasama dengan perusahaan, dan berbagai sarana yang diberikan oleh perguruan tinggi untuk mempermudah mahasiswa meraih masa depan yang lebih baik.

Kualitas berpikir seseorang tercermin dari tindakan dan keputusan yang dia ambil ketika menghadapi suatu persoalan.

Perguruan tinggi berkualitas mampu memberikan proses perkuliahan terbaik untuk memastikan mahasiswanya bisa memiliki kualitas berpikir yang bermutu. Hal inilah yang menyebabkan perusahaan-perusahaan besar lebih memilih lulusan perguruan tinggi berkualitas untuk menduduki jabatan penting yang membutuhkan seseorang yang mampu berpikir secara mandiri dalam mengambil keputusan penting yang mempengaruhi kemajuan perusahaan mereka. Read More

ByMaudy Agusdin

POLITEKNIK UBAYA RAIH JUARA DI AJANG KOMPETISI ASEAN!

IMG_5248 IMG_5251

Bermodalkan kerja keras dan kreativitas, Mahasiswa Politeknik Jurusan Pajak Ubaya raih juara III ASEAN Youth Conference Competition pada 19-22 Desember 2018 di Kuala Lumpur. Kemenangan ini membuktikan Politeknik Ubaya mampu bersaing di kancah International. Berkat ini pula, Mochammad Syaiful Arief akan mewakili Indonesia di Asia Pasific Youth Conference Competition 2019.

ASEAN Youth Conference Competition mencari generasi muda yang bisa mewakili ASEAN ke Asia pasifik, untuk membuktikan jika anak muda di ASEAN memiliki ide-ide yang berdampak baik bagi dunia, terutama untuk Asia Pasifik. “Saya tidak menyangka bisa menjadi juara karena persiapannya terbilang singkat. Sembari menjalani Masa Orientasi Bersama (MOB) bulan September lalu, saya mempersiapkan esai yang menjadi syarat wajib pendaftaran. Terdapat 10 sektor yang dilombakan dan saya mengambil sektor ekonomi,” ungkap Arief.

Arief mengangkat esai berjudul “Perkembangan ekonomi di ASEAN dan dampaknya, dengan sub tema Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) serta Start-up”. Ia mengaku jika bahasan tersebut jarang dibawakan dan belum banyak orang yang tahu.

“Saat di tingkat Nasional, esai saya mendapat cukup banyak pertanyaan dari juri yang terdiri dari pelaku UMKM, ASEAN Foundation, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan pihak sponsor lainnya. Saya yakin jika melalui sub tema itu, ekonomi tidak hanya berdampak pada penambahan nilai struktural dari fluktuasi ekonomi, tapi juga memiliki dampak kemanusiaan,” jelas laki-laki kelahiran Surabaya, 10 Mei 1998.

Sebelum berkompetisi di Kuala Lumpur, berbagai tahapan tingkat Kota, Provinsi maupun Nasional berhasil Arief hadapi melalui proses tes tulis, tanya jawab dan presentasi. “Terdapat 135 peserta dari 21 Universitas anggota ASEAN, kecuali Timor Leste yang bertanding di sektor ekonomi tingkat ASEAN. Saat melihat mereka, saya sempat merasa kurang percaya diri. Tapi mengingat banyak orang yang sudah percaya kepada saya, itu yang membuat kuat kembali,” kenang Arief.

Politeknik Ubaya berada di urutan ketiga, setelah mahasiswa National University of Singapore di peringkat pertama dan mahasiswa Universitas Indonesia di urutan kedua. Arief berharap jika dirinya bisa meraih juara di tingkat Asia Pasifik, dan memotivasi seluruh mahasiswa Politeknik Ubaya untuk memanfaat peluang kompetisi yang ada. (RH)

ByMaudy Agusdin

POLITEKNIK UBAYA KEMBALI RAIH PIALA ANUGERAH KAMPUS UNGGULAN 2018 HINGGA PIALA AKU KARTIKA

PIALA AKU 2018 DAN AKU KARTIKAPrestasi luar biasa diraih Universitas Surabaya (Ubaya), dan Politeknik Ubaya. Keduanya, secara bersamaan meraih Piala Anugerah Kampus Unggulan (AKU) 2018, pada tanggal 28 November 2018.

Anugerah Kampus Unggulan 2018 yang merupakan penghargaan tertinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur ini, diterima langsung oleh Prof. Ir. Joniarto Parung, MMBAT, Ph.D. selaku Rektor Universitas Surabaya dan Wakil Direktur Politeknik Ubaya, Drs. Barnad, M.T. yang menggantikan Direktur Politeknik Ubaya yang berhalanggan hadir.

“Ada empat kriteria dalam penilaian AKU, diantaranya mengenai Kelembagaan (akreditasi), Kemahasiswaan (prestasi), Penelitian, juga Sumber Daya Manusia. Politeknik Ubaya merupakan terbaik se-Jawa Timur,” jelas Benny.

Tahun ini merupakan tahun keempat Politeknik Ubaya meraih peringkat satu kampus unggulan kategori Politeknik yang diraih secara berturut-turut sejak tahun 2015. Sehingga Politeknik Ubaya pada tahun ini berhak menerima Piala AKU Kartika atau penghargaan yang diberikan karena telah dapat meraih empat kali penghargaan secara berturut-turut.
“Ini merupakan salah satu pengakuan publik atas upaya yang telah dikerjakan oleh teman-teman di Politeknik. Perolehan prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama,” ujar Direktur Politeknik Ubaya, Benny Lianto Effendy Sabema dengan antusias.

Kemudian ia menambahkan “Kita harus lebih meningkatkan prestasi mahasiswa, kualifikasi dosen-dosen, dan akreditasi program studi. Karena apa yang dilakukan sudah dapat terbaca, tinggal suatu upaya untuk dapat merealisasikan agar dapat maju ke tingkat yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Setelah mendapatkan piala AKU Kartika, Benny mempersiapkan rencana strategis untuk dapat meraih prestasi nasional. “Saat ini kami sudah mendapatkan peringkat satu kategori Politeknik selama empat kali berturut-turut di tingkat regional. Dalam 1-2 tahun ke depan, semoga Politeknik Ubaya bisa meraih peringkat satu politeknik swasta terbaik di Indonesia,” tandas Benny.

ByMaudy Agusdin

KMM BAND : “Growing Up With Musik”

Musrik Fest 2k18 (Musik Selasar Asik Festival) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh KMM (Kelompok Minat Mahasiswa)  Band dari  Politeknik Ubaya. Tahun ini merupakan tahun kedua KMM Band mengadakan kegiatan Musrik Fest yang bertepatan pada Jumat, 23 November 2018 di Selasar Politeknik Ubaya. Tema dari Musrik Fest kali ini “Growing Up With Musik” yang berkonsep Live Musik disertai dengan acara bazar.  Untuk live musik ini, KMM Band melibatkan bukan hanya dari anggota KMM Band Politeknik Ubaya, tetapi melibatkan seluruh mahasiswa Politeknik Ubaya dari setiap jurusan yang wajib berpartisipasi dalam kegiatan live musik maupun bazar.

Selain  live musik, KMM Band juga mengundang UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Musik dari Unversitas Surabaya  dalam rangka menjalin hubungan yang lebih baik lagi. Tidak hanya dari kalangan Fakultas maupun Universitas saja namun KMM Band juga mengundang UKM Musik Resonance dari Universitas Ciputra untuk turut hadir dan memeriahkan acara Musrik Fest. Tujuang mengundang UKM Musik Resonance dari Ciputra guna untuk menjalin kerjasama dengan baik.

Adapun tujuan dan manfaat dari acara Musrik Fest 2k18, pertama diadakan acara ini yaitu untuk menyatukan mahasiswa Politeknik Ubaya dalam satu alunan musik sehingga dapat mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa. Tujuan keduanya adalah untuk menghibur warga Politeknik Ubaya, serta untuk mengembangkan potensi dan bakat mahasiswa dibidang musiks sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dihadapan publik.

“Banyak orang yang bertanya-tanya : mengapa sih acara ini diberi nama Musrik Fest?, bukannya Musrik itu identik dengan hal negatif. Ya banyak orang menggap Musrik merupakan sebuah kata  yang identik deNgan hal negatif, tapi bagaimana kami dari KMM Band merubah presepsi orang dari negatif menjadi sesuatu yang positif dan disini kami berhasil merubahnya menjadi sesuatu hal yang lebih bermanfaat dan tentunya bersifat positif”, ungkap salah satu panitia acara.

ByMaudy Agusdin

Humas Dan Publikasi Politeknik Indonusa Studi Banding Ke Politeknik Ubaya

Kunjungan Poltek Indonusa ke Poltek UbayaPada hari Selasa, 13 November 2018, Politeknik Ubaya kedatangan tamu dalam kunjungan studi banding dari Politeknik Indonusa, Surakarta.  Acara yang bertempatkan di Ruang Rapat Pimpinan Lt. 2 Universitas Surabaya Ngagel ini, disambut hangat oleh Drs. Agus Wijaya, S.Pd., M.M, Rahmat Saleh, S.E., M.S.M, Fonny Sidik, S.E, dan H. Supriono, S.H., M.Hum.

Perwakilan Politeknik Indonusa, Surakarta terdiri dari Kepala Humas berserta Staff Humas dan Publikasi sebanyak 6 orang. Pada sesi diskusi, Politeknik Ubaya berbagi cerita serta pengalaman bagaimana Politeknik Ubaya dan Ubaya sudah sangat dikenal oleh masyarakat dan berbagi pengalaman di bidang PR (public relation). “Ubaya sangat konsisten dalam hal pemberitaan media dan semua yang berhubungan dengan humas dan publikasi,”ujar Agus.

Sementara itu Ersyafaat Huda, S.Kom. M MM.Par selaku Kepala Humas dan Publikasi Politeknik Indonusa berharap, melalui kunjungan ini kedua instansi dapat saling berbagi ilmu dan bertukar informasi terkait kehumasan. “Kami berharap kunjungan ini tidak hanya sekedar diskusi namun bisa join publikasi seperti bertukar dosen untuk mengajar di poltek ubaya atau yang lainnya. Diskusi tadi menjadikan bahan untuk Politeknik Indonusa dalam memperbaiki dan sebagai masukan untuk humas dan publikasi. Semoga hubungan silahturahmi ini tidak teputus sampai sini.” tutupnya.

 

ByMaudy Agusdin

Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Politeknik Ubaya, Antar Mahasiswa Berwirausaha

Program Pengembangan Kewirausahaan (PKK) Politeknik UbayaMelalui Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Politeknik Ubaya, mahasiswa yang ingin mengembangkan dan merealisasikan minat berwirausa dapat difasilitasi.

Potensi kewirausahaan mahasiswa diberdayakan dengan melibatkan mereka berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran wirausaha, baik secara individu maupun kelompok. Mahasiswa yang lolos recruitment tenant akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan, observasi di mitra industri/umkm, serta pendampingan untuk memulai dan menjalankan usaha.

Beberapa bidang usaha yang sedang dijalankan mahasiswa Politeknik Ubaya dan tergabung dalam program PPK adalah:

  • Sektor jasa: Jasa layanan pajak, Jasa usaha videografi dan MC,
  • Sektor Barang: Ayam aneka toping, ayam, bebek goreng, bubur ayam, coklat forever, es teller, salad buah, kabel pengurang noise, dan fashion muslim.

Selain pinjaman pendanaan usaha, fasiltas yang didapatkan oleh peserta dalam program ini adalah pemberian berbagai pelatihan untuk mendukung pengembangan usaha. Diharapkan berbagai fasilitas yang didapatkan oleh peserta dapat membantu pengembangan usaha mereka, dan membangun semangat berwirausaha yang berkelanjutan di dalam program PPK Politeknik Ubaya. Ini merupakan upaya nyata guna mewujudkan kewirausahaan di lingkungan kampus.

ByMaudy Agusdin

Menjuarai Lomba Secretarial Skill 2018 di Polinema

Menjuarai Lomba Secretarial Skill 2018 di Polinema 2Menjuarai Lomba Secretarial Skill 2018 di PolinemaSisra Noor Mardila dari Prodi Administrasi Bisnis menjuarai Lomba Secretarial Skill 2018 di Polinema. Sisra menjadi yang terbaik ke 2 untuk tahun ini, sukses terus Sisra!

ByMaudy Agusdin

Kekuatan sebuah Pendidikan

Sudahkah Anda mendapatkannya?

Politeknik UBAYA menyediakan tautan link-link menarik yang bisa menjadikan seseorang sedikit demi sedikit menjadi pribadi yang lebih baik. Berikut linknya:

Facebook POLITEKNIK UBAYA

Berikut ini bacaan menarik bagi mereka yang selalu bertanya kenapa aku harus kuliah atau sekolah kalau kenyataannya kadang ilmu yang didapat juga akhirnya hanya terpakai sedikit. Clik di sini.

 

Kuliahlah untuk bisa memiliki pemikiran lebih untuk kemajuan bangsa tercinta.

 Menggerek SDM Indonesia

Bicara Indonesia, bangsa tercinta ini, masih banyak ironi yang menyertai. Kaya akan sumber daya alam (SDA), ternyata tak didukung dengan kekayaan sumber daya manusia (SDM). Secara jumlah memang banyak, sudah melewati angka 220 juta kepala. Tetapi dari segi kualitas, nyawa yang banyak itu lamban berkembang menjadi manusia yang berkualitas. Read More