Warta Ubaya, Sarana Belajar dan Berlatih Jurnalistik

ByDevi

Warta Ubaya, Sarana Belajar dan Berlatih Jurnalistik

Di samping kemampuan akademik, mengasah soft skill pada masa kuliah memang sangat bermanfaat untuk masuk dalam dunia kerja nantinya. Kira-kira inilah yang menjadi alasan Irawan Aji Wibowo bergabung dengan WU. Mantan fotografer (FG) itu mengaku banyak sekali manfaat yang didapat setelah bergabung dengan WU. “Di WU yang situasinya mirip dengan dunia kerja itu, pengalaman yang aku dapatkan bisa menjadi bekal ketika masuk ke dunia kerja yang sesungguhnya,” ujar mahasiswa Poltek Ubaya, Program Studi Bahasa Inggris Bisnis angkatan 2007 itu.

Memang, kerja terjadwal, serta deadline yang ketat sudah menjadi makanan sehari-hari bagi cowok yang diwisuda Oktober lalu itu. “Kebetulan saya memang hobi fotografi. Selain itu, untuk menekuni bidang tersebut diperlukan keberanian yang besar. Misal, mengambil gambar sebuah event di depan banyak audience,” jelasnya ketika ditanya kenapa menjatuhkan pilihan sebagai FG.

Tentu saja banyak kejadian lucu dan menarik yang mewarnai perjalanan cowok yang akrab disapa Bowo itu di WU. ”Yang paling diinget, pas aku salah foto orang, karena ternyata narasumber aslinya dengan orang yang aku foto tersebut punya nama depan yang sama,” kenangnya.

Berkat keahliannya di dunia fotografi, Bowo kerap mendapat orderan dari teman-temannya yang punya gawe. “Biasanya kalau ada teman yang menikah, saya yang diminta untuk fotoin,” tuturnya.Puncaknya, setelah beberapa lama “berlatih” di WU, mantan redaktur ini juga diterima sebagai FG sebuah media cetak terkemuka bagian rubrik anak muda. “Sebenarnya aku bisa diterima bekerja di sana berkat keahlian yang aku dapetin di WU sebelumnya,” jelasnya lagi.

Sebagai penutup, pemilik inisial ajy itu mengemukakan harapannya untuk WU. ”Semoga WU dapat dijadikan sarana belajar dan berlatih bagi siapa saja yang ingin menggeluti seluk beluk dunia jurnalistik,” tutup pria yang sekarang sedang mencoba berbisnis kuliner ini.

About the author

Devi