Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Ubaya menggelar sebuah inisiatif kreatif berjudul Gema Laksita. Acara ini mengusung konsep festival kreativitas dan budaya yang memadukan pelestarian tradisi nusantara dengan apresiasi seni modern. Melalui tema yang diangkat, Gema Laksita hadir untuk membangun kembali semangat kolektivitas, harmoni, dan solidaritas antar mahasiswa, sekaligus menjadi wadah positif bagi generasi muda agar tetap mengenali kekayaan budaya bangsa di tengah gempuran era digital.

 

Festival ini dirancang secara inklusif dengan melibatkan dua kategori peserta, yaitu seluruh mahasiswa Politeknik Ubaya serta pelajar SMA/SMK se-Jawa Timur. Kolaborasi ini sengaja dibentuk untuk menjembatani peran mahasiswa sebagai penjaga nilai budaya, sekaligus memfasilitasi potensi non-akademik siswa sekolah menengah dalam mengasah mentalitas, disiplin, dan rasa percaya diri mereka di ruang kompetitif yang sehat.

 

Rangkaian keseruan Gema Laksita dilaksanakan secara offline di lingkungan kampus Politeknik Ubaya. Pada hari pertama dan kedua, yaitu tanggal 17 dan 18 Juni 2026, kemeriahan berpusat di Lapangan Basket dengan menggelar berbagai perlombaan permainan tradisional yang seru, seperti lomba japrah bola, talang, dan volar. Kompetisi olahraga tradisional ini diikuti oleh mahasiswa internal dari Politeknik Ubaya dengan semangat yang penuh.

 

Puncak acara Gema Laksita kemudian berlanjut pada Selasa, 23 Juni 2026, yang bertempat di Integrity Room. Hari penutup ini didedikasikan khusus untuk ajang kompetisi seni modern bagi para pelajar SMA/SMK serangkai, yang meliputi lomba menyanyi dan presentasi karya poster. Seluruh rangkaian festival ini pun diakhiri dengan sesi awarding atau penganugerahan piala bagi para juara, penampilan memukau dari pemenang lomba menyanyi, serta sesi foto bersama sebagai penanda suksesnya acara ini.

Leave a Comment